Selasa, 24 Maret 2009

Molo Among ni Panglima Perang Gajah Mada.., apala bere ni Opung nami do i...!!!


Membaca judul di atas, beberapa di antara kita mungkin akan senyum tersipu-sipu atau tertawa terbahak-bahak, atau mungkin juga sebaliknya sinis dan malah garu-garuk kepala...

Ini bisa dipahami karena memang sulit rasanya memahami hubungan garis keturunan antara Pomparan Kerajaan Majapahit yang berada di pulau jawa, dengan pomparan Napitupulu atau pomparan Ompu Sibagot Ni Pohan yang berada jauh di Tapanuli Utara.

Tapi kalau kita-pikir-pikir memang kemungkinan itu bisa saja terjadi kalau kita melihat dari segi fisik terutama pada bagian face-nya orang batak yang katanya
terkenal marsuhi-suhi. Wajah Patih Gajah Mada juga konon gambarnya juga terlihat marsuhi-suhi.hehehe....

Untuk membatasi tulisan ini yang kelihatannya mulai mengarah ke fisik yg marsuhi-suhi....,kita kembali ke topik garis keturunan saja.

Sebagian dari kita khususnya marga Napitupulu mungkin sudah mengenal siapa itu
Ompu Sibagot Ni Pohan.

Untuk lebih jelasnya, Ompu Sibagot Nipohan merupakan Orang Tua dari ke 4 orang anak yang salah satunya adalah Raja Sonakmalela ayah dari Raja Sihuting atau Raja NAPITUPULU.

Nah...Ompu Sibagot Nipohan ini memiliki 8 saudara dari 2 ibu dengan ayah yang bernama Ompu SORBADIBANUA atau Ompu Sisuanon.

Dari garis keturunan Ompu Tuan Sorbadibanua inilah yang nantinya menjadi tali rentang partuturan antara Panglima Perang Kerajaan Majapahit yang konon kita kenal digjaya sakti mandraguna.

Dalam cerita legenda pada abad ke 13, tepatnya saat Majapahit Menyerang Sriwijaya...
di ceritakanlah bahwa Pangeran Kartanegara atau Raden Wijaya orang terkuat dari kerajaan Majapahit datang berkunjung bersama adiknya ke pinggiran Danau Toba.


Sesampainya di Balige, beliau berkenalan dengan
Ompu Tuan Sorbadibanua
hingga persahabatan mereka terjalin dengan begitu akrab. Tak pelak lagi akhirnya Pangeran Karta Negara meminta kepada Tuan Sorbadibanua
seorang anak yang nantinya akan dia didik menjadi seorang yang tangguh serta
sakti mandraguna seperti dirinya dikerajaan Majapahit.

Lalu Tuan Sorbadibanua menyuruh seseorang yang bernama si GAJA berangkat ke tanah seberang. 'Si Gaja' on ma apala bere ni Tuan Sorbadibanua yang berangkat ke Kerajaan Majapahit bersama Pangeran Karta Negara.

Selama berada di kerajaan Majapahit, si Gaja memiliki track record yang baik
dan mampu menyenangkan hati Raja Karta Negara. Maka tak heran kalau setelah beranjak
dewasa akhirnya Si Gaja di nikahkan dengan Putri yang berasal dari Bali dengan nama MADE.

Dari hasil pernikahan Putra Batak bernama Si Gaja dengan putri Bali bernama si Made itulah kemudian lahir seorang putra yg kemudian menjadi Panglima Perang Kerajaan Majapahit bernama PATIH GAJAH MADA.

Tak hanya sampai di situ, dalam legenda ini juga diceritakan betapa kesengsemnya Tuan Sorbadibanua dengan Adik Raden Wijaya yang dulunya pernah di bawa ke Danau Toba.

Dengan ijin alasan berburu kepada istrinya Nai Anting Malela, Tuan Sorbanibaua berangkat ke Majapahit dan meminta kepada Raden Wijaya agar diperbolehkan berpoligami menikahi adiknya sekaligus menboyongnya ke Balige untuk di jadikan istri kedua Tuan Sorbadibanua.

Wanita cantik jelita adik dari sahabat dekatnya Raden Wijaya yang bernama Boru Sibasopaet itu pun akhirnya berhasil di bawa ke tanah Balige yang kemudian di persunting menjadi istri kedua dari Ompu Tuan Sorbadibanua.

Kehadiran boru Sibasopaet dapat di terima dengan baik pula oleh istri pertama bernama
Nai Anting Malela ke dalam sebuah hubungan poligami yang harmonis dalam satu rumah.
Maka hasil dari pernikahan dengan kedua istri tersebutlah Tuan Sorbadibanua
memiliki anak dari istri pertama yaitu:

1. Sibagot Nipohan
2. Sipaet Tua
3. Silahi Sabungan
4. Siraja Oloan
5. Siraja Huta Lima

Sedangkan dari istri kedua bernama boru Sibasopaet, Tuan Sorbadibanua memiliki anak sebagai berikut:

1. Sobu
2. Somba
3. naipospos

Demikian rentan keturunan antara Panglima Perang Kerajaan Majapahit yaitu Patih Gajah Mada dan dengan opung boru adik Raden Kartanegara yang menikah dengan opung doli Ompu Tuan Sorbadibanua.

Sebelumnya mohon maaf untuk tulisan yang kurang berkenan dan tulisan ini sudah mengalami revisi disesuaikan dengan bahasa jaman agar lebih menarik dibaca kalangan kaum muda Napitupulu.


Mauliate...

Adhie Napitupulu

3 komentar:

  1. Sebaiknya sumber-sumber tulisan ini disebutkan agar lebih ilmiah jadi bukan dari dasar pemikiran/dugaan semata.

    BalasHapus
  2. Mauiate opung/bp Tua/Uda AP Na70 atas masukan manfaatnya. Namun ada kalanya legenda atau cerita rakyat tidak pada ranah ilmiah dan ceritanya pun tidak sempat tertuliskan dlm sebuah buku. Informasi hanya sebatas perkataan atw cerita dari mulut ke mulut.Begitu pun sekali lagi kami ucapkan mauliate godang buat masukan penting ini dikemudian hari.
    Mauliate jala horas...

    BalasHapus
  3. mohon maaf. Si Gaja itu berasal dari anak yg mana ?

    BalasHapus

Ditunggu masukan ide dan saran-saran demi kemajuan Napitupulu Family pd khususnya serta bangsa Batak pada umumnya...